Kedatangan mahasiswa BBK 7 Kelompok Tegalsari 1 Unair di desa pengabdian membawa angin segar pada waktu yang sangat tepat. Saat bantuan tiba, Desa Tegalsari baru saja menerima fasilitas budidaya perikanan dari pemerintah berupa 24 kolam lele berdiameter 4 meter yang siap beroperasi lengkap beserta bibit lele dan perlengkapan membuat bioflok. dengan harapan agar proses dan hasilnya jadi maksimal, para mahasiswa meluncurkan program kerja unggulan yang diberi nama "PANDAWA” Pendampingan Budidaya Berwawasan Lingkungan.
Kolaborasi antara pelajar dan warga langsung terjalin sejak hari-hari pertama. Mahasiswa ikut turun ke lapangan, membantu proses penebaran bibit ikan. Tidak tanggung-tanggung, setiap kolam diisi kurang lebih 1.500 ekor bibit lele, kelompok BBK 7 Tegalsari 1 ini memiliki dua mahasiswa dari jurusan Perikanan yang siap membagikan ilmunya kepada para pengurus budidaya ikan dengan sistem bioflok.
Pendampingan yang dilakukan ini sejalan dengan prinsip SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab Dalam praktiknya, siswa tidak hanya memberi makan, tetapi mengajarkan cara pembuatan bioflok yaitu budidaya ikan yang ramah lingkungan dan dilanjutkan dengan pengecekan rutin kadar pH udara.
Upaya menjaga kualitas udara dan kondisi bibit lele ini tentu memiliki tujuan jangka panjang. Jika ribuan lele ini berhasil panen dengan kualitas baik, hal ini akan mendukung SDG 2: Zero Hunger bagi warga desa. Ketersediaan stok ikan lele yang melimpah akan memperkuat ketahanan pangan lokal di Tegalsari, bahkan perencanaan hasil dari panen lele ini akan disalurkan ke dapur MBG ujar Pak Luqman selaku Kepala Pengurus Koperasi Merah Putih Desa Tegalsari. Ikan lele sendiri merupakan sumber protein yang tinggi dan terjangkau, konsumsi ikan ini akan meningkatkan gizi masyarakat, yang mana hal ini sangat mendukung tercapainya SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik.
Hingga saat ini, tim BBK 7 Tegalsari 1 terus mengikuti perkembangan lele setiap harinya. Dengan komitmen untuk mengawal proses ini hingga minggu terakhir masa pengabdian, memastikan bahwa ilmu budidaya modern ini benar-benar terserap oleh warga agar kelak dapat diteruskan secara mandiri demi kesejahteraan desa.
Berita ini mendukung pencapaian SDG 2: Zero Hunger, SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
#SDG2 #NolKelaparan #SDG3 #KesehatanDanKesejahteraanYangBaik #SDG12 #KonsumsiDanProduksiYangBertanggungJawab #SDGsUNAIR